TAHUN
BARU IMLEK
Satu kata yang sering
diucapkan oleh banyak orang. Tidak hanya orang yang merupakan keturunan China
tetapi sudah dikenal luas oleh seluruh masyarakat Indonesia. Nah berikut
sedikit ulasan mengenai hari raya Imlek atau sering juga dikenal dengan Tahun
Baru China.
Berbeda dengan tahun
Internasional yaitu pada akhir bulan ke-12 yaitu bulan desember tahun baru
China dilaksanakan sesuai dengan penanggalan bulan atau sering disebut
penanggalan lunar. Biasanya tahun baru akan tiba pada bulan januari atau
februari penanggalan internasional.
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan
pertama ((Tionghoa); pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan
berakhir dengan Cap
Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada
saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti
"malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun
Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti
perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang
api. Meskipun
penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar,
penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang
digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun
Tionghoa" dapat jadi tahun 4707, 4706, atau 4646.
Jika pada tahun 2009
masehi "Tahun
Tionghoa" dapat jadi tahun 4707, 4706, atau 4646
maka angka untuk “tahun rionghoa” pada tahun 2015 adalah 4713, 4712 atau 4652.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek
dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh
pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang
dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang
(sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku
Han yang signifikan,
Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi
bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
Nah karena sekarang
penduduk Indonesia banyak juga yang merupakan masyarakat keturunan China
meskipun bukan mayoritas maka pantaslah hari raya imlek dirayakan di Indonesia.
Kalender suryacandra Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Imlek. Kalender
tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah
dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin
memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia
Timur (seperti Iran, dan pada zaman dahulu kala, daratan Bulgar).
Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda setiap
tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim
dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Imlek biasanya jatuh
pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang
ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di
Tiongkok, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi,
yang terjadi sekitar 4 Februari.
Sebelum Dinasti
Qin, tanggal perayaan
permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun
bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti
Shang, dan bulan 11
semasa Dinasti
Zhou di China. Bulan
kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran
mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang
(menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima
Qian). Kaisar pertama
China Qin
Shi Huang menukar dan
menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM.
Pada 104
SM, Kaisar Wu yang memerintah
sewaktu Dinasti
Han menetapkan bulan 1
sebagai awal tahun sampai sekarang. Tahun pertama Tahun Baru Imlek/Yinli
dihitung berdasarkan tahun pertama kelahiran Kongfuzi (Confucius), hal ini
dilakukan oleh Kaisar Han Wudi sebagai penghormatan kepada Kongfuzi yang telah
mencanangkan agar menggunakan sistem penanggalan Dinasti Xia dimana Tahun Baru
dimulai pada tanggal 1 bulan kesatu. Oleh sebab itu sistem penanggalan ini
dikenal pula dengan Kongzili.
Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam
hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan
hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para
penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa
melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak
akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen.
Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah
bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah.
Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap
kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan
gulungan kertas merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api
untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkembang menjadi
perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi
tradisional: 過年; (Tionghoa)), yang berarti "menyambut tahun
baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian".
Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada
akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan
Honjun Laozu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar